Augmented Reality (AR)
Augmented Reality (AR) merupakan suatu konsep perpaduan antara Virtual Reality (VR) dengan lingkungan nyata sehingga obyek - obyek virtual dua dimensi (2D) maupun tiga dimensi (3D) seolah terlihat nyata dan menyatu dengan dunia nyata. Ronald T. Azuma (1997) mendefinisikan Augmented Reality sebagai penggabungan benda - benda nyata dan virtual, berjalan secara interaktif dalam waktu nyata, dan integrasi antarbenda dalam 3D , yaitu benda maya terintegrasi dalam dunia nyata.
Selain itu, menurut penjelasan Haller, Billinghurst, dan
Thomas (2007), riset Augmented
Reality bertujuan
untuk mengembangkan teknologi yang memperbolehkan penggabungan secara real-time (waktu yang sebenarnya) terhadap
konten digital yang dibuat oleh komputer dengan dunia nyata.
Teknologi ini ternyata biasanya digunakan pada bidang militer, medis, komunikasi, dan manufaktur yang mempunyai risiko besar dan membutuhkan tambahan benda - benda semu yang meniru benda - benda nyata sebelum di-implementasikannya. Contohnya, pada pemeriksaan sebelum operasi seperti CT Scan atau MRI yang memberikan gambaran kepada ahli bedah mengenai anatomi internal pasien. Dari gambar-gambar tersebut, kemudian pembedahan direncanakan. Dengan AR dapat diaplikasikan sehingga tim bedah dapat melihat data CT Scan atau MRI pada pasien saat pembedahan berlangsung.
Pada umumnya AR membutuhkan alat masukkan (input device)
seperti kamera atau webcam, alat keluaran (output device) seperti monitor atau Head Mounted Display (HMD), alat pelacak
(tracker) agar benda maya tambahan berupa penanda (marker) yang dihasilkan
berjalan secara real-time atau
mungkin interaktif walaupun benda nyata yang menjadi induknya digeser - geser,
dan komputer untuk menjalankan program AR.
AR bekerja berdasarkan deteksi citra, dan citra yang digunakan adalah marker (penanda). Prinsip kerjanya adalah kamera yang telah dikalibrasi akan mendeteksi marker yang diberikan, kemudian setelah mengenali dan menandai pola marker, webcam akan melakukan perhitungan apakah marker sesuai dengan database yang dimiliki. Bila tidak, maka informasi marker tidak akan diolah, tetapi bila sesuai maka informasi marker akan digunakan untuk memberikan dan menampilkan objek 3D atau animasi yang telah dibuat sebelumnya.
Kelebihan utama dari Augmented
Reality (AR) dibandingkan Virtual Reality
(VR) adalah pengembangannya yang lebih mudah dan murah. Sehingga tidak seperti VR
yang sampai saat ini masih digunakan secara terbatas oleh kalangan tertentu, AR
merebak secara cepat di berbagai bidang yang bahkan belum dapat dijangkau oleh
pendahulunya tersebut. Kelebihan lain dari AR yaitu dapat di-implementasikan
secara luas dalam berbagai media. Sebagai contoh aplikasi dalam sebuah smartphone,
console game, dalam bingkisan sebuah produk, bahkan media cetak seperti buku,
majalah atau koran.
Sumber foto :



Komentar
Posting Komentar